Program Kreativitas Mahasiswa (PKM)

img

Program Kreativitas Mahasiswa ITNY

Alamat Web : https://pkmcenter.itny.ac.id

Dua Mahasiswa ITNY Meraih Juara 3 Dalam Ajang Pimnas 2019

Inovasi mesin pengupas kerang ramah lingkungan “Parang Pedas” karya mahasiswa Institut Teknologi Nasional Yogyakarta (ITNY) meraih prestasi di ajang Kompetisi Nasional Bidang Inovasi dalam Pekan Ilmiah Nasional (PIMNAS) ke-32 non PKM di kampus Universitas Udayana, Bali. Kompetisi ini diselenggarakan oleh Kemenristekdikti yang bekerjasama dengan Universitas Udayana. Inovasi “Parang Pedas” ini meraih peringkat III dalam kompetisi tersebut, di bawah Universitas Brawijaya dan Institut Teknologi Bandung yang meraih peringkat I dan II.

Inovasi “Parang Pedas” ini merupakan karya Tim Inovator ITNY yang diketuai oleh Unggul Prabowo dari Program Studi Teknik Geologi, dan beranggotakan Agung Prakoso (Teknik Geologi) dan Renanda Herlian (Teknik Mesin). Tim ini didampingi oleh dosen pendamping Yosua Heru Irawan, S.T., M.Eng. Alat ini dibuat dengan memanfaatkan limbah drum bekas, sehingga karya ini merupakan bentuk inovasi yang ramah lingkungan.

Menurut Unggul Prabowo, ide pembuatan alat ini muncul setelah melihat praktek pengupasan kerang secara manual, yang sering membuat tangan terluka karena terkena pengupas yang berujung tajam maupun terkelupas karena terkena air panas. Alat ini sendiri terdiri dari sebuah tungku silinder untuk merebus kerang serta wadah pengupas. Keistimewaan alat ini adalah keberadaan rangka sepeda yang dapat dikayuh untuk mentransfer torsi kayuhan ke poros tungku silinder. “Dengan demikian, pengupas kerang tidak perlu terlalu lama duduk pada saat mengupas kerang,” terang Unggul.

Inovasi mesin pengupas kerang ramah lingkungan “Parang Pedas” karya mahasiswa Institut Teknologi Nasional Yogyakarta (ITNY) meraih prestasi di ajang Kompetisi Nasional Bidang Inovasi dalam Pekan Ilmiah Nasional (PIMNAS) ke-32 non PKM di kampus Universitas Udayana, Bali. Kompetisi ini diselenggarakan oleh Kemenristekdikti yang bekerjasama dengan Universitas Udayana. Inovasi “Parang Pedas” ini meraih peringkat III dalam kompetisi tersebut, di bawah Universitas Brawijaya dan Institut Teknologi Bandung yang meraih peringkat I dan II.

Inovasi “Parang Pedas” ini merupakan karya Tim Inovator ITNY yang diketuai oleh Unggul Prabowo dari Program Studi Teknik Geologi, dan beranggotakan Agung Prakoso dan Renanda Herlian. Tim ini didampingi oleh dosen pendamping Yosua Heru Irawan, S.T., M.Eng. Alat ini dibuat dengan memanfaatkan limbah drum bekas, sehingga karya ini merupakan bentuk inovasi yang ramah lingkungan.

Menurut Unggul Prabowo, ide pembuatan alat ini muncul setelah melihat praktek pengupasan kerang secara manual, yang sering membuat tangan terluka karena terkena pengupas yang berujung tajam maupun terkelupas karena terkena air panas. Alat ini sendiri terdiri dari sebuah tungku silinder untuk merebus kerang serta wadah pengupas. Keistimewaan alat ini adalah keberadaan rangka sepeda yang dapat dikayuh untuk mentransfer torsi kayuhan ke poros tungku silinder. “Dengan demikian, pengupas kerang tidak perlu terlalu lama duduk pada saat mengupas kerang,” terang Unggul.

Tim inovator “Parang Pedas” ini merupakan hasil pembinaan karya inovatif mahasiswa ITNY melalui PKM Center ITNY. Dijelaskan oleh Wakil Rektor III ITNY, Dr. Hill Gendoet Hartono, S.T., M.T., ITNY senantiasa mendukung mahasiswa ITNY untuk berinovasi, salah satunya dengan membentuk PKM Center. Hasil yang diraih oleh Tim Inovator “Parang Pedas” ini menjadi salah satu torehan prestasi ITNY paska berubah bentuk dari STTNAS. “Prestasi ini menunjukkan bahwa ITNY merupakan perguruan tinggi yang unggul dan sangat memberikan support bagi mahasiswa untuk terus berkreasi dan berinovasi,” pungkas Rektor ITNY, Dr. Ir. H. Ircham, M.T.

Mahasiswa Teknik Geologi ITNY Lolos Pendanaan PKM

Mahasiswa ITNY mendapatkan pendanaan dalam PKM di bidang Penelitian Eksakta dengan mengusung topik penelitian Identifikasi Potensi Amblesan (Sinkhole) di Kecamatan Ponjong, Gunungkidul.

Kejadian amblesan pada beberapa waktu silam sudah terjadi di beberapa titik di Pojong, tapi penelitian khusus mengenai amblesan di wilayah Gunungkidul masih belum banyak dan belum ada data bawah permukaan (geofisika) di Ponjong.
Ketua PKM Penelitian Eksakta, Waskita Murti Bambang Yudhana menyatakan bahwa selama ini pemerintah hanya melihat atau menangani bencana setelah bencana itu terjadi, oleh karena itu perlu upaya mitigasi sebelum terjadi bencana salah satunya dengan membuat Peta Potensi Amblesan. Peta amblesan ini memuat desa mana saja yang memiliki potensi amblesan dengan tingkat kerawanan.

id_IDBahasa Indonesia
en_USEnglish id_IDBahasa Indonesia